Menyelami Makna Filosofis Tokoh Pewayangan Punakawan

Online Learning
Tokoh Punakawan

Wayang Punakawan adalah kebudayaan asli Indonesia, karya pujangga Jawa, pertama sekali ditemukan dalam karya sastra Ghatotkacasraya, karya Empu Panuluh, Kerajaan Kediri.

Dalam ceritanya Wayang Punakawan terdiri dari 4 tokoh:

  1. Semar, menggambarkan dewa yang turun ke bumi & mewujud sebagai manusia, buruk rupa tetapi arif bijaksana.
  2. Gareng (Nala Gareng), putra sulung Semar, Gareng selalu berhati-hati dalam bertindak & tidak suka mengambil hak orang lain.
  3. Petruk, digambarkan dengan perawakan tinggi, mancung, jenaka, selera humor tinggi, pengayom & pembawa manfaat, namun senang bertarung karena dia seorang yang pilih tanding/sakti.
  4. Bagong, perawakan digambarkan mirip Semar, pendek, gemuk, bermulut besar, tergopoh-gopoh, banyak bicara, ceroboh & tergesa gesa dalam mengambil keputusan, jangan memiliki karakter seperti bagong.

Walau demikian tokoh Punakawan selalu hidup di dalam suasana kerukunan sebagai satu keluarga. Tokoh pewayangan menunjukkan sifat. watak, perilaku manusia tidak semuanya baik, sehingga setiap orang harus bisa memahami watak orang lain, toleran dan bermasyarakat dengan baik.

Godongijo, mempersembahkan paket Ecotainment Virtual Fieldtrip, Membuat Wayang, dimana siswa selain diajarkan tentang Makna Filosofis Wayang, juga membuat wayang sendiri, sehingga siswa bisa lebih meresapi filosofis wayang dan bangga akan kearifan lokal, sebagai Fundamental untuk Go International.

Reservasi: Jane, 0813-83765977

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top